AKARTA – Menjelang penutupan tahun 2025, dinamika nasional Indonesia diwarnai oleh aksi nyata pemerintah dalam pemberantasan korupsi serta penanganan bencana hidrometeorologi yang masif. Dalam pidato terbarunya di Istana Negara, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga kekayaan negara dari praktik kebocoran dan korupsi.
Penyelamatan Aset Negara Hingga Rp 6,6 Triliun
Presiden Prabowo baru saja menyaksikan penyerahan penyelamatan keuangan negara senilai lebih dari Rp 6,6 triliun serta lahan seluas 893 ribu hektare. Langkah ini merupakan bagian dari transformasi besar-besaran di tubuh Kejaksaan Agung dan lembaga penegak hukum lainnya.
“Jadilah jaksa yang berani dan jujur. Mungkin Anda tidak populer bagi para maling itu, tapi Anda adalah patriot penjaga masa depan bangsa,” ujar Presiden Prabowo saat memberikan pesan kepada korps Adhyaksa (24/12).
Duka di Penghujung Tahun: Bencana Sumatera
Di sisi lain, Indonesia tengah berduka akibat rentetan bencana banjir dan tanah longsor yang melumpuhkan wilayah Sumatera, khususnya di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Berdasarkan data terbaru dari BNPB per 25 Desember 2025:
- Total Korban Jiwa: Tercatat mencapai 1.129 jiwa.
- Status Infrastruktur: Jalur logistik Medan-Aceh dan Padang-Bukittinggi masih dalam tahap pemulihan intensif.
- Respon Pemerintah: Pemerintah telah mengoptimalkan APBN untuk bantuan tanggap darurat dan pembangunan puluhan ribu unit hunian sementara di tiga provinsi terdampak.
Peringatan Cuaca Ekstrem BMKG saat Natal
Bertepatan dengan hari perayaan Natal, BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem. Hujan lebat disertai petir diprediksi mengguyur sejumlah kota besar seperti Bandar Lampung, Pontianak, Banjarmasin, hingga Kupang. Masyarakat yang sedang melakukan perjalanan libur Nataru diminta waspada terhadap potensi banjir rob dan angin kencang di wilayah pesisir.
