BOGOR – Memasuki tahun 2025, gaya hidup masyarakat Kabupaten Bogor mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya wisata belanja menjadi primadona, kini warga lebih memilih aktivitas yang mengutamakan kesehatan mental dan estetika visual, atau yang akrab disebut dengan istilah Healing Experience.
1. Staycation ‘Glamping’ Berbasis Eco-Technology
Kawasan Puncak dan Pamijahan kini dipenuhi oleh destinasi Glamping (Glamorous Camping) yang tidak hanya menawarkan pemandangan alam, tetapi juga fasilitas pintar. Tren 2025 menunjukkan wisatawan lebih tertarik pada penginapan yang menerapkan konsep zero waste dan menggunakan panel surya.
“Warga sekarang mencari tempat yang sepi, jauh dari kebisingan kota, tapi tetap punya koneksi internet cepat untuk Work from Nature,” ujar seorang pengelola resort di kawasan Gunung Salak Endah.
2. Booming Cafe Bibliophile di Sentul City
Sentul tidak lagi hanya soal sirkuit dan Sentul International Convention Center (SICC). Di sepanjang tahun 2025, muncul tren Cafe Bibliophile atau cafe perpustakaan. Cafe-cafe ini menawarkan suasana tenang dengan ribuan koleksi buku yang bisa dibaca sambil menikmati kopi asli Bogor (Robusta Sukamakmur).
Gaya hidup ini menarik minat Gen Z dan Millennial yang mulai jenuh dengan kebisingan media sosial dan memilih untuk menghabiskan waktu dengan literasi di tempat yang Instagrammable.
3. ‘Sporty Lifestyle’: Komunitas Sepeda Gunung dan Trail Run
Kabupaten Bogor kini resmi menjadi kiblat bagi pecinta olahraga outdoor. Jalur-jalur di Bojong Koneng dan Hambalang kini menjadi titik kumpul komunitas Trail Run dan sepeda gunung setiap akhir pekan.
Pemerintah daerah pun merespons tren ini dengan memperbaiki jalur-jalur pedestrian dan jalur sepeda khusus yang lebih aman. Olahraga bukan lagi sekadar kegiatan fisik, melainkan ajang bersosialisasi dan membangun komunitas yang kuat di Bumi Tegar Beriman.
