SUKARAJA – Kabupaten Bogor resmi mengukuhkan posisinya sebagai pionir dalam transformasi kesehatan masyarakat di tingkat nasional. Bumi Tegar Beriman mencatatkan sejarah sebagai kabupaten pertama di Indonesia yang memelopori gerakan percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) secara masif, sistematis, dan terukur.

Momentum bersejarah ini dikukuhkan dalam rangkaian agenda bertajuk “Percepatan Eliminasi Tuberkulosis” yang berlokasi di Puskesmas Cimandala, Sukaraja, dan dilanjutkan dengan forum strategis di Gedung Serbaguna I Setda Kabupaten Bogor, Kamis (26/2/2026).
Suntikan Semangat bagi Tenaga Medis Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menegaskan bahwa penunjukan Bogor sebagai pilot project nasional bukan sekadar kehormatan, melainkan tanggung jawab besar. Menurutnya, perhatian intensif dari pemerintah pusat merupakan energi tambahan bagi para tenaga medis yang selama ini menjadi garda terdepan di pelosok wilayah.
“Kehadiran jajaran kementerian hari ini adalah suntikan semangat luar biasa bagi para tenaga medis kami di lapangan. Mereka adalah pejuang yang memastikan setiap warga mendapatkan akses pengobatan TBC secara tuntas. Dukungan pusat memperkuat langkah kami untuk benar-benar memutus rantai penularan di Kabupaten Bogor,” ujar Sekda Ajat.
Apresiasi Kemenkes: Bogor Mendekati Target Sempurna Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, dr. Benyamin Paulus Octavianus, secara terbuka memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor atas konsistensi dan inovasi dalam pelacakan kasus. Ia mengungkapkan data yang cukup mengejutkan sekaligus membanggakan bagi wilayah dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia ini.
Wamenkes menuturkan bahwa target penemuan kasus (case detection) di Kabupaten Bogor dipatok mencapai angka mutlak 100 persen. Berdasarkan evaluasi terkini, Kabupaten Bogor telah berhasil merealisasikan target tersebut hingga mencapai 94,9 persen.
“Terima kasih kepada Pemkab Bogor yang sudah bekerja melampaui ekspektasi. Realisasi 94,9 persen adalah pencapaian yang luar biasa untuk wilayah seluas dan sepadat ini. Bogor menjadi bukti bahwa dengan komitmen pimpinan daerah dan kerja keras puskesmas, eliminasi TBC bukan sekadar mimpi, tapi target yang sangat mungkin dicapai lebih awal,” pungkas dr. Benyamin.
Dengan raihan sejarah ini, Kabupaten Bogor kini menjadi rujukan nasional bagi kabupaten/kota lain di Indonesia dalam hal tata kelola deteksi dini dan penanganan TBC yang terintegrasi. Pemkab Bogor berkomitmen terus mengejar sisa 5,1 persen target tersebut melalui penguatan kader kesehatan desa dan optimalisasi layanan di 101 puskesmas se-Kabupaten Bogor.
