
CIGOMBONG – Kawasan ekonomi kreatif Lido Music & Art Center menjadi saksi bisu kebangkitan ekonomi kerakyatan di awal tahun 2026. Pada Senin (26/1/2026), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, didampingi Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi (Jaro Ade), menghadiri perhelatan akbar “Pesta Retail 2026” Sampoerna Retail Community (SRC).
Kehadiran Menko Airlangga di Bumi Tegar Beriman ini menegaskan bahwa UMKM, khususnya jaringan toko kelontong, tetap menjadi tulang punggung utama dalam menjaga daya beli masyarakat dan membuka lapangan kerja di tengah dinamika ekonomi global yang tidak menentu.
Modernisasi Toko Kelontong: QRIS dan Standar Digital Dalam arahannya, Menko Airlangga memberikan apresiasi tinggi terhadap transformasi model bisnis SRC. Meski dimiliki secara personal oleh masyarakat, toko-toko kelontong ini telah menerapkan standar pelayanan modern dan melek teknologi. Keberhasilan adopsi transaksi digital seperti penggunaan QRIS menjadi bukti bahwa UMKM Bogor siap bersaing di era ekonomi digital.
“Pemerintah terus berkomitmen memberikan stimulus nyata. Tahun 2026 ini, plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) disiapkan hingga Rp295 triliun dengan bunga rendah 6 persen per tahun. Ini adalah peluang emas bagi para pelaku usaha retail di Kabupaten Bogor untuk memperkuat modal dan ekspansi usaha,” tegas Airlangga Hartarto.
Sinergi Strategis: Toko SRC dan Koperasi Merah Putih Momentum ini juga dimanfaatkan untuk menyelaraskan program daerah dengan pusat. Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi, mengungkapkan rencana strategis di mana para pemilik toko SRC nantinya akan berperan sebagai fasilitator bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Langkah ini diambil agar toko kelontong tidak hanya menjadi tempat jual-beli, tetapi juga menjadi simpul penggerak ekonomi desa yang mandiri. Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta, ekosistem UMKM di Bogor diharapkan semakin tangguh dan adaptif terhadap tantangan zaman.
“Kolaborasi ini adalah kunci. Kita ingin toko kelontong di desa-desa kita naik kelas. Mereka adalah garda terdepan ekonomi rakyat. Dengan dukungan pembiayaan KUR dan pendampingan digital, kita optimis ekonomi masyarakat Kabupaten Bogor akan semakin mandiri,” ungkap Ade Ruhandi.
Acara yang berlangsung meriah ini menjadi suntikan motivasi bagi ribuan pelaku retail yang hadir, sekaligus menandai dimulainya era baru pengelolaan warung rakyat yang lebih profesional, modern, dan berdaya saing global namun tetap berpijak pada nilai-nilai lokal.
