BOJONGGEDE – Bupati Bogor Rudy Susmanto menghadiri sekaligus melepas secara resmi Pawai Dongdang dalam rangka perhelatan Lebaran Desa Bojonggede ke-5 yang dipusatkan di Perum Bambu Kuning, Minggu (26/4/2026). Acara tahunan ini menjadi simbol kuatnya pelestarian nilai-nilai lokal di tengah derasnya arus modernisasi.

Dalam arahannya, Bupati Rudy menekankan bahwa pelestarian budaya sangat penting sebagai pengingat jati diri masyarakat agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada warga Bojonggede yang tetap konsisten menjaga warisan budaya leluhur tersebut.
Lebaran Desa: Simbol Syukur dan Harmoni Budaya
Tradisi Lebaran Desa di Bojonggede merupakan perayaan makan bersama pasca Idul Fitri yang memiliki makna spiritual mendalam. Rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah ke makam leluhur, termasuk ke 125 makam Guru Lekar, yang dilanjutkan dengan doa bersama sebagai wujud rasa syukur kepada Sang Pencipta.
Kegiatan ini mencerminkan harmoni budaya yang unik di wilayah Bojonggede, di mana terjadi perpaduan apik antara unsur budaya Betawi dan Sunda. Partisipasi luas masyarakat terlihat dalam kemeriahan pawai yang mencakup tiga kategori penilaian utama:
- Dongdang Terbaik
- Daur Ulang Terbaik
- Keterlibatan Masyarakat Terluas
Dukungan Pembangunan Desa Bojonggede
Pemerintah Desa Bojonggede menyampaikan apresiasi atas perhatian berkelanjutan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Meski sebagian anggaran daerah dialihkan untuk mendukung program strategis Koperasi Desa Merah Putih, Pemkab Bogor tetap mengoptimalkan sektor pembangunan di tingkat desa.
Sebagai bentuk dukungan nyata, pada kesempatan tersebut Desa Bojonggede menerima bantuan sebesar Rp1,5 miliar dari Pemkab Bogor. Alokasi dana ini ditujukan untuk percepatan pembangunan infrastruktur dan sarana prasarana guna mewujudkan visi Kabupaten Bogor yang “Tegar dan Beriman”.
