CIBINONG – Mengawali pekan kedua di bulan Februari, jajaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bogor kembali diingatkan mengenai esensi pengabdian dan transparansi. Hal tersebut ditegaskan oleh Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Bogor, Ade Jaya Munadi, saat memimpin apel pagi di lapangan perkantoran Setda, Cibinong, Senin (9/2/2026).

Dalam amanatnya, Ade Jaya Munadi menekankan bahwa integritas bukan sekadar slogan, melainkan fondasi utama bagi setiap ASN dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab pelayanan publik. Menurutnya, tanpa integritas yang kokoh, inovasi dan program kerja sehebat apa pun tidak akan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Bumi Tegar Beriman.
Apresiasi dan Evaluasi Capaian MCP KPK Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan dalam apel tersebut adalah capaian nilai Monitoring Center for Prevention (MCP) KPK Pemerintah Kabupaten Bogor. Ade Jaya menyampaikan apresiasi atas tren peningkatan nilai MCP yang diraih Pemkab Bogor, yang menunjukkan adanya perbaikan dalam tata kelola pemerintahan dan upaya pencegahan korupsi yang lebih sistematis.
“Peningkatan nilai MCP KPK ini adalah bukti kerja keras kolektif kita semua. Namun, angka tersebut jangan membuat kita cepat berpuas diri. Sebaliknya, capaian ini harus terus dievaluasi dan ditingkatkan secara berkelanjutan di setiap indikatornya,” tegas Ade Jaya Munadi.
Disiplin sebagai Cermin Pelayanan Selain menyoroti aspek pengawasan, Asisten Administrasi Umum juga mengingatkan bahwa apel pagi adalah salah satu bentuk pengejawantahan kedisiplinan pegawai. Ia berharap seluruh instansi di bawah naungan Setda dapat menjaga ritme kerja yang profesional dan akuntabel, terutama dalam menghadapi dinamika kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi di tahun 2026.
Melalui penguatan nilai integritas dan pemenuhan target MCP KPK, Pemkab Bogor berkomitmen untuk menciptakan ekosistem birokrasi yang bersih, transparan, dan berorientasi pada hasil nyata bagi pembangunan daerah.
