CIBINONG, BOGOR KABUPATENKU – Memasuki puncak musim penghujan di awal tahun 2026, DPRD Kabupaten Bogor meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memperketat pengawasan dan mempercepat pemetaan wilayah rawan bencana, khususnya tanah longsor dan banjir bandang.

Tingginya intensitas hujan dalam sepekan terakhir telah memicu beberapa kejadian tanah amblas di wilayah Bogor Barat dan Bogor Selatan. Dewan menekankan agar sistem peringatan dini (Early Warning System) di desa-desa tangguh bencana dipastikan berfungsi dengan baik.
“Kita tidak boleh lengah. Keselamatan warga adalah prioritas utama. Kami mendesak BPBD dan para camat untuk lebih proaktif melakukan sosialisasi evakuasi mandiri kepada warga yang tinggal di lereng perbukitan,” ungkap anggota legislatif saat meninjau kesiapan logistik di Kantor BPBD.
Selain itu, DPRD juga menyoroti pentingnya ketersediaan alat berat di titik-titik rawan agar jika terjadi longsor yang memutus akses jalan, evakuasi dan pembersihan bisa dilakukan lebih cepat tanpa harus menunggu kiriman dari pusat kota.
(Penulis: Tim Redaksi Bogor Kabupatenku)
