BOGOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskopukm) mengumumkan pencapaian signifikan dalam program “Bogor Go Digital 2025”. Sebanyak 5.000 pelaku UMKM baru dari berbagai pelosok desa di 40 kecamatan kini telah resmi terintegrasi ke dalam ekosistem marketplace nasional dan internasional.
Kepala Diskopukm menyatakan bahwa langkah ini bukan sekadar memindahkan lapak jualan ke internet, melainkan transformasi fundamental dalam cara berbisnis. Para pelaku usaha telah melewati masa pendampingan selama enam bulan, mulai dari standardisasi kualitas produk, pengemasan (packaging) yang menarik, hingga manajemen keuangan digital.
Dampak dari langkah ini sangat terasa pada peningkatan omzet rata-rata pelaku UMKM yang naik sebesar 40% dibandingkan tahun lalu. “Target kita adalah menjadikan produk lokal Bogor, seperti kopi robusta dari Sukamakmur dan kerajinan bambu dari Cigudeg, menjadi produk unggulan di pasar global,” jelasnya. Pemkab juga bekerja sama dengan jasa ekspedisi untuk memberikan subsidi ongkos kirim guna meningkatkan daya saing produk lokal di mata konsumen luar daerah.
