
DRAMAGA – Langkah strategis pembangunan di wilayah penyangga intelektual Kabupaten Bogor mulai dirumuskan. Pada Kamis (29/1/2026), Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi (Jaro Ade), memberikan arahan fundamental dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Dramaga.
Dalam forum perumusan kebijakan tersebut, Ade Ruhandi menekankan bahwa kesolidan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor adalah harga mati. Hal ini merupakan kunci utama guna menyelaraskan implementasi program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dengan visi-misi pembangunan yang diusung Bupati Rudy Susmanto bersama dirinya.
Dramaga: Pengelolaan Khusus Berbasis Intelektual dan Lingkungan Salah satu poin krusial yang disoroti Wakil Bupati adalah posisi unik Kecamatan Dramaga. Sebagai wilayah yang menjadi “rumah” bagi kampus kelas dunia, IPB University, Dramaga menuntut pendekatan pengelolaan yang istimewa.
“Dramaga ini wajah intelektual Bogor. Pendekatannya harus khusus, tidak bisa disamakan dengan wilayah lain. Kita harus mampu menata kawasan ini dengan tetap menjaga nilai-nilai lingkungan dan ketertiban umum, sehingga marwah sebagai kawasan pendidikan tetap terjaga,” tegas Ade Ruhandi.
Koperasi Merah Putih: Motor Baru Ekonomi Kerakyatan Sisi ekonomi juga menjadi perhatian serius. Ade Ruhandi mendorong peran strategis Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) agar tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi motor penggerak ekonomi kerakyatan yang kompetitif. Pemkab Bogor berharap KDKMP mampu bersaing secara sehat berdampingan dengan sektor swasta dalam memajukan potensi desa.
Transparansi Digital dan Kebangkitan Gotong Royong Menjawab tantangan keterbukaan informasi, Wakil Bupati menginstruksikan para Kepala Desa untuk lebih transparan dalam penggunaan anggaran desa. Ia mendorong publikasi anggaran melalui media sosial serta memperkuat sinergi dengan media massa sebagai bentuk pertanggungjawaban publik.
Selain itu, Ade Ruhandi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghidupkan kembali roh gotong royong dari tingkat RT/RW. Menurutnya, percepatan pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan APBD, tetapi juga harus didukung oleh dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
“Pembangunan yang berkelanjutan lahir dari kolaborasi. Gotong royong masyarakat ditambah dukungan CSR dari dunia usaha adalah kekuatan besar untuk kemajuan daerah. Mari kita jadikan Dramaga sebagai contoh nyata sinergi antara akademisi, pemerintah, dan warga,” pungkasnya.
