
CIBINONG – Penantian panjang masyarakat di wilayah Bogor Barat terkait penataan jalur transportasi tambang kini memasuki babak krusial. Pada Selasa (13/1/2026), Bupati Bogor Rudy Susmanto memimpin Rapat Pembahasan Jalan Penunjang Tambang di Pendopo Bupati, Cibinong.
Rapat strategis ini menjadi jawaban langsung atas aspirasi masyarakat di wilayah Cigudeg, Rumpin, hingga Parung Panjang yang selama bertahun-tahun terdampak oleh aktivitas truk bertonase besar. Fokus utama pertemuan ini adalah percepatan pembangunan jalan khusus tambang yang dirancang untuk memisahkan arus logistik dari jalur mobilitas harian warga.
Prioritas Utama Pasca Pelantikan Dalam arahannya yang tegas, Bupati Rudy Susmanto menyatakan bahwa pembenahan infrastruktur transportasi tambang telah menjadi prioritas utama sejak dirinya bersama Wakil Bupati Ade Ruhandi (Jaro Ade) dilantik pada Februari 2025. Persoalan ini tidak lagi dipandang sebagai masalah teknis jalan semata, melainkan isu keselamatan nyawa dan kenyamanan hidup ribuan warga di perbatasan Bogor-Tangerang.
“Kami menyadari beban psikologis dan fisik masyarakat di wilayah terdampak. Sejak hari pertama menjabat, komitmen kami jelas: infrastruktur harus berpihak pada keselamatan masyarakat. Jalan khusus tambang ini bukan lagi sekadar wacana, tapi keharusan yang harus segera terealisasi,” tegas Rudy Susmanto.
Kolaborasi Akademis dan Pemetaan Presisi Guna memastikan proyek ini berjalan secara efektif dan berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor telah menggandeng tim peneliti ahli serta koordinator angkutan logistik. Kolaborasi ini bertujuan untuk memetakan jalur khusus secara presisi, sehingga kendaraan logistik tidak lagi bersinggungan langsung dengan kendaraan pribadi maupun aktivitas warga di jalan raya utama.
Pemisahan jalur ini diproyeksikan akan menjadi solusi permanen yang mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas, mengurangi kerusakan infrastruktur jalan umum, serta meminimalisir dampak polusi debu yang selama ini dikeluhkan warga.
Wujudkan Bogor Barat yang Lebih Layak Melalui percepatan pembangunan jalan penunjang ini, Pemkab Bogor optimis wilayah Bogor Barat akan memiliki wajah baru yang lebih tertata. Keberadaan jalur khusus tambang diharapkan mampu menjaga denyut nadi ekonomi sektor pertambangan tetap berjalan tanpa mengorbankan aspek kemanusiaan dan kualitas hidup masyarakat sekitar.
Rapat koordinasi ini akan segera ditindaklanjuti dengan peninjauan lapangan dan sinkronisasi lintas instansi agar pengerjaan fisik jalur penunjang dapat berjalan sesuai dengan linimasa yang telah ditetapkan dalam rencana kerja tahun 2026.
