CIBUNGBULANG – Langkah strategis untuk mengurai kemacetan dan membuka aksesibilitas di wilayah Bogor Barat kian dimatangkan. Pada Rabu (14/1/2026), Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi (Jaro Ade), didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspemkesra) Zaenal Ashari, menghadiri Konsultasi Publik ke-2 Tahapan Persiapan Penetapan Lokasi (Penlok) Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Jalan Leuwiliang–Rancabungur.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kecamatan Cibungbulang ini menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah daerah dengan warga terdampak, guna memastikan proses pembangunan infrastruktur jalan sepanjang koridor tersebut berjalan tanpa hambatan sosial.
Bukan Sekadar Jalan, Tapi Jalur Ekonomi Dalam kesempatan tersebut, Zaenal Ashari yang menyampaikan amanat tertulis Wakil Bupati Ade Ruhandi menekankan bahwa proyek jalan Leuwiliang–Rancabungur bukan sekadar pembangunan fisik aspal semata. Program ini merupakan bagian dari desain besar pengembangan wilayah yang mengintegrasikan aspek kewilayahan dengan peningkatan taraf hidup masyarakat lokal.
“Pembangunan jalan ini adalah kunci pembuka potensi ekonomi di Bogor Barat. Pemerintah Daerah berkomitmen bahwa setiap kebijakan pembangunan tidak hanya bertujuan memperlancar arus transportasi, tetapi juga harus berdampak langsung pada penguatan ekonomi warga di sepanjang jalur tersebut,” tegas Zaenal Ashari.
Komunikasi Baik: Kunci Sukses Pembebasan Lahan Menyadari bahwa pengadaan tanah seringkali menjadi isu sensitif, Pemkab Bogor menegaskan komitmennya untuk selalu berpihak kepada kepentingan masyarakat. Kunci keberhasilan program ini, menurut Zaenal, terletak pada pola komunikasi yang transparan, jujur, dan dua arah antara tim pembebasan lahan dengan pemilik tanah.
“Kami instruksikan kepada seluruh jajaran agar mengedepankan pendekatan yang humanis. Pemerintah hadir di sini untuk bermusyawarah, bukan untuk merugikan warga. Komunikasi yang baik adalah kunci agar penetapan lokasi ini bisa segera tuntas sehingga pembangunan fisik dapat dimulai sesuai jadwal,” tambahnya.
Harapan Baru untuk Bogor Barat Rencana pembangunan jalan yang menghubungkan Kecamatan Leuwiliang hingga Rancabungur ini diproyeksikan akan menjadi jalur alternatif strategis yang mampu memecah kepadatan di jalan nasional. Dengan adanya jalur baru ini, mobilitas hasil bumi dan akses menuju pusat-pusat pelayanan publik diharapkan menjadi lebih cepat dan efisien.
Melalui Konsultasi Publik ke-2 ini, diharapkan kesepahaman antara warga dan pemerintah dapat terjalin dengan kuat, sehingga cita-cita mewujudkan infrastruktur yang merata di seluruh wilayah Kabupaten Bogor dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
